FinTrack AI — Sistem Keuangan Digital untuk UMKM
Sistem keuangan berbasis web untuk agen galon & gas Acacia Water; transaksi bank dan e-wallet tercatat sendiri lewat Gmail, struk cukup difoto, dan semuanya dirangkum di dasbor yang bisa ditanyakan ke asisten AI.
- Peran
- Full-Stack Developer & AI Automation
- Periode
- 1–2 bulan
- Tools
-
- Next.js
- TypeScript
- Tailwind CSS
- Supabase
- pgvector
- n8n
- Groq API
- Telegram Bot API
- Gmail API
Tantangan
Acacia Water adalah UMKM agen galon dan gas yang bertransaksi setiap hari, dan selama ini mencatatnya secara manual. Supaya pemasukan, pengeluaran, dan kondisi keuangannya bisa dipantau, setiap transaksi harus tercatat rapi, padahal sumbernya macam-macam: struk belanja, notifikasi transfer dari bank dan e-wallet, sampai catatan cepat lewat chat. Usaha ini butuh satu tempat yang menampung semuanya.
Peran saya
Saya membangun sistemnya dari awal sampai akhir: menganalisis kebutuhan, merancang database dan alur data, membangun website dengan Next.js, TypeScript, dan Supabase, membuat tiga workflow otomasi di n8n, memasang asisten AI berbasis RAG, men-deploy ke Vercel, sampai mengujinya.
Proses
Pengerjaannya 1–2 bulan dengan tahapan SDLC: perencanaan, analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, pengujian, dan evaluasi. Patokan utama saya: setiap kanal boleh punya pintu masuk sendiri, tapi datanya harus berakhir di satu database dengan format yang sama, supaya dasbor dan asisten AI membaca sumber yang sama.
Solusi
- Paling otomatis, dari bank & e-wallet langsung ke dasbor: setiap email notifikasi pemasukan atau pengeluaran dari bank maupun e-wallet yang masuk ke Gmail dibaca workflow n8n, diubah jadi transaksi, lalu tercatat sendiri di dasbor. Pemilik usaha tidak perlu mencatat apa pun.
- Lima pintu masuk transaksi: form di website (bisa juga lewat suara), bot Telegram, email notifikasi bank & e-wallet di Gmail, unggah foto struk, dan impor CSV. Transaksi juga bisa diekspor.
- Catat dari mana saja lewat Telegram di HP: tidak perlu membuka laptop atau buku catatan; bot memahami teks, foto, dan suara. Pesan teks dibaca LLM, foto struk dibaca vision LLM, dan voice note ditranskripsi dulu dengan Whisper. Setiap panggilan AI punya jalur cadangan yang otomatis dipakai kalau panggilan utama gagal atau kena batas pemakaian, dan akun Telegram harus ditautkan ke akun website lebih dulu.
- Tiga workflow n8n: Receipt OCR untuk membaca struk yang diunggah di website, Telegram Bot untuk memproses pesan dari Telegram, dan Gmail Parser untuk membaca email notifikasi dari bank dan e-wallet.
- Asisten AI berbasis RAG: seluruh riwayat transaksi diindeks dengan embedding pgvector, jadi pertanyaan seperti “berapa total pengeluaran bulan ini?” atau “kategori mana yang paling besar?” dijawab dari data pengguna sendiri. Asisten ini juga bisa langsung mencatat transaksi dari percakapan: lewat teks, foto struk, suara, bahkan file PDF mutasi rekening atau CSV.
- Pencarian semantik di halaman transaksi: kolom pencarian memahami kueri bahasa sehari-hari seperti “pengeluaran > 100k”, tanpa harus mengatur filter satu per satu.
- Dasbor & analitik: saldo bersih, pemasukan dan pengeluaran bulan berjalan, saving rate, dan halaman analitik.
- Anggaran & target tabungan: anggaran bulanan per kategori untuk menjaga pengeluaran, dan target tabungan yang bisa dipantau langsung dari aplikasi.
- Data aman per akun: Row Level Security aktif di setiap tabel, jadi tiap akun hanya bisa melihat datanya sendiri. Satu-satunya jalur yang melewatinya adalah webhook n8n, dan jalur itu dijaga secret header.
- Nyaman dipakai: tampilan dua bahasa (Indonesia/Inggris) dengan tema terang dan gelap.
Hasil
Perbandingan sebelum dan sesudah memakai FinTrack AI:
| Kegiatan | Sebelum (manual) | Sesudah (FinTrack AI) |
|---|---|---|
| Transaksi bank & e-wallet | Dicatat ulang satu per satu dari notifikasi | Tercatat sendiri dari email notifikasi: 0 input manual |
| Belanja dengan struk | Menulis tanggal, nominal, nama toko, dan kategori satu per satu | Kirim 1 foto struk, pesan, atau voice note; 5 kolom terisi otomatis |
| Tempat mencatat | Hanya saat sempat membuka catatan | Dari mana saja lewat Telegram di HP |
| Sumber transaksi | Tersebar di struk, email, dan chat | 5 kanal masuk ke 1 database |
| Kategori | Ditentukan sendiri | Ditentukan AI |
| Rekap bulanan | Dihitung manual | Saldo, pemasukan, pengeluaran, dan saving rate dihitung otomatis di dasbor |
| Mencari informasi | Membuka catatan lama | Bertanya ke asisten AI, atau mengetik “pengeluaran > 100k” di kolom pencarian |
- Lolos pengujian black-box pada fitur website, integrasi kanal transaksi, chatbot RAG, serta berbagai browser dan perangkat: semuanya berjalan sesuai kebutuhan.
- Pencatatan dan pemantauan keuangan Acacia Water kini terpusat di satu sistem, lebih praktis dan lebih terstruktur.
Pelajaran
Membangun banyak pintu masuk mengajarkan saya pentingnya satu format data bersama: begitu teks, foto, suara, dan email diubah ke bentuk transaksi yang sama, dasbor dan asisten AI cukup membaca satu sumber. Saya juga belajar bahwa layanan AI tidak bisa dianggap selalu tersedia, jadi setiap panggilan butuh jalur cadangan dan pesan gagal yang jelas untuk pengguna. Terakhir, asisten AI terasa jauh lebih berguna saat jawabannya berpijak pada data milik pengguna sendiri lewat RAG, bukan sekadar pengetahuan umum.
Dokumentasi
-
Asisten AI yang menjawab dari seluruh riwayat transaksi (email diburamkan). -
Dasbor arus kas bulanan (email dan nominal diburamkan). -
Foto struk dikirim ke bot Telegram, transaksi langsung tersimpan lengkap dengan kategorinya.